Jumat, 09 Mei 2014

Soal laporan pendahuluan KLKP minggu ke 8


1.   Tanggal 1 mei 2012, Galuh datang ke Bank ABC dengan membawa uang sebesar Rp. 1.000.000,00. Ia bermaksud untuk membuka rekening tabungan di Bank tersebut.
           Kas      Rp 1.000.000
                    Tabungan        Rp 1.000.000
                    (ST001)

2.    Tanggal 10 Mei 2012, Rekening tabungan milik Galuh mendapatkan kiriman dana dari kakaknya nasabah Bank ABC Cabang Kenari senilai Rp. 5.000.000.
          RAK   Rp 5.000.000
                 Tabungan        Rp 5.000.000
                   (PKT001)

3.     Tanggal 10 Mei 2012, Galuh menarik dana secara tunai dari rekening tabungan di Bank ABC sebesar Rp. 3.500.000 untuk keperluan membayar kuliahnya pada hari tersebut.
              Tabungan        Rp 3.500.000
                         Kas      Rp 3.500.000
                             (PT001)

4.     Tanggal 20 Mei 2012, Dengan membawa cek senilai Rp. 4.000.000, Galuh mencairkan cek tesebut di Bank ABC. Dana tersebut dimasukan ke rekening tabungan miliknya.
         Setoran kliring             Rp 4.000.000
                      Tabungan        Rp 4.000.000
                               (SK001)

5.     Tanggal 20 Mei 2012, Galuh memindakan dana dari rekening tabungan miliknya ke rekening deposito berjangka 3 bulan sebesar Rp. 2.500.000.
         Tabungan        Rp 2.500.000
                   Deposito          Rp 2.500.000
                       (PDD001)


Tabel Mutasi :

Tgl       Hari
            Mengendap       Jenis Transaksi       Mutasi                  Saldo
  1               9              ST001                 Rp 1.000.000        Rp 1.000.000
 10              10            PKT001               Rp 5.000.000       Rp 6.000.000
10              10            PT001                 (Rp3.500.000)      Rp 2.500.000
20              12            Sk001                  Rp 4.000.000       Rp 6.500.000
20              12            PDD001               (Rp 2.500.000)    Rp 4.000.000
31               -                 -                                 -                  Rp 4.000.000

 Jadi saldo akhir dari tabungan Galuh sebesar Rp 4.000.000

Kamis, 08 Mei 2014

Referensi Karya Fiksi


Fiksi adalah sebuah Prosa naratif yang bersifat imajiner, meskipun imajiner sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia.

Kebenaran dalam sebuah dunia fiksi adalah keyakinan yang sesuai dengan pandangan pengarang terhadap masalah hidup dan kehidupan. Kebenaran dalam karya fiksi tidak harus sejalan dengan kebenaran yang berlaku di dunia nyata, misalnya kebenaran dari segi hukum, moral, agama, logika, dan sebagainya. Sesuatu yang tidak mungkin terjadi bahkan dapat terjadi di dunia nyata dan benar di dunia fiksi. Misalnya seorang perempuan yang membunuh seorang laki-laki yang memperkosanya tetapi ia dinyatakan bebas dan tidak bersalah atas kasus menghilangkannya nyawa seseorang-menurut hukum dunia nyata ia harus tetap di hukum. Sebuah karya sastra haruslah memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik

Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai karya sastra, unsur-unsur yang secara faktual akan dijumpai jika membaca sebuah karya sastra. Unsur ekstrinsik ialah unsur yang membentuk karya sastra dari luar sastra itu sendiri, tetapi mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra.


Sejarah Perkembangan Karya Fiksi di Indonesia

 

Pertama kali sebuah karya fiksi yang masuk ke Indonesia merupakan karya novel terjemahan,masa ini dinamakan Sastra Melayu Lama sekitar tahun 1870-an. Pada tahun 1920 terbitlah karya sastra berupa prosa seperti novel, cerpen, drama dan lain sebagainya. Angkatan ini dikenal dengan Angkatan Balai Pustaka, karya karya novelis Indonesia yang terkenal pada masa ini adalah Siti Nurbaya, Salah Asuhan, dan Si Cebol Merindukan Bulan.
Pada masa berikutnya muncullah angkatan Pujangga Baru sebagai reaksi keras atas banyak sensor oleh Penerbit Balai Pustaka. Karya-karya yang terkenal pada masa ini adalah Tenggelamnya Kapal Van der Wijck, Belenggu dan Di bawah Lindungan Ka'bah. Lalu muncullah Angkatan '45, angkatan ini lebih realistik dibanding angkatan sebelumnya. Sastrawan yang terkenal di masa ini adalah : Chairil Anwar, Idrus, dan Trisno Sumardjo. Angkatan berikutnya adalah Angkatan 1950-1960. Ciri karya sastra dari angkatan ini di dominasi oleh Cerpen dan Puisi.Pada angkatan ini muncul gerakan komunis dikalangan sastrawan, yang bergabung dalam Lembaga Kebudajaan Rakjat (Lekra) yang berkonsep sastra realisme-sosialis. Karya yang terkenal pada masa ini adalah Mochtar Loebis, Ramadhan K.H, dan W.S. Rendra.
Dan berikutnya datanglah Angkatan 1966-1970 yang karya sastranya menganut aliran surealis,arketipe dan absurd. Sastrawan terkenal pada masa ini adalah : Taufik Ismail, Umar Kayam, dan Titis Basino. Kemudian pada dekade berikutnya karya sastra lebih di dominasi oleh roman, angkatan ini dinamakan angkatan 1980-1990. Sastrawan terkenal pada zaman ini adalah Nh. Dini dan Pipiet Senja. dan berikutnya adalah Angkatan Reformasi. Pada masa ini banyaknya karya sastra berupa Novel, Cerpen, dan Puisi yang bertemakan sosial dan politik. Dan terakhir adalah Angkatan 2000-an. Novelis terkenal pada masa ini adalah Andrea Hirata.

 


Genre Fiksi

Meskipun sebuah karya tergolong imajiner tetapi ia memiliki golongan yang disebut Fiksi Non Fiksi (Nonfiction Fiction) Sebuah bentuk karya fiksi yang dasar ceritanya merupakan sebuah fakta.
Yang termaksud kedalam Fksi Non fiksi adalah :
  • Historical fiction, adalah fiksi yang dasar penulisannya merupakan sejarah. Novel ini terikat oleh fakta-fakta sejarah, tetapi fiksi ini memberikan ruang gerak untuk fiksionalitas, misalnya dengan memberitakan pikiran dan peraaan tokoh lewat percakapan. Sebagai contoh karya fiksi adalah Bendera Hitam dari kurasan dan Tentara Islam di Tanah Galia karya Darji Zaidan.
  • Science fiction, adalah fiksi yang dasar penulisannya fakta ilmu pengetahuan. Sebagai contoh novel ini adalah 1984, karya George Orwell. 
  • Biographical fiction, adalah fiksi yang dasar penuliannya fiksi biografis. Karya biografis juga memberikan ruang bagi fiksionalitas, misalnya yang berupa sikap yang diberikan oleh penulis, di samping juga munculnya bentuk-bentuk dialog. Sebagai contoh karya biografis adalah Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat karya Cindy Adams dan Kuantar Kau ke Gerbang dan Tahta untuk Rakyat.                                                                                                                                                                 

Rabu, 30 April 2014

Resensi Novel : Maryamah Karpov



Penulis : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun Pertama Terbit : 2008
Jumlah Halaman : 290

Selalu menarik menyimak kelanjutan novel tetralogi karya Andrea Hirata. Novel tersebut dimulai dari seri pertamanya yakni Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Endesor dan akhirnya bermuara di Maryamah Karpov: Mimpi-mimpi Lintang. Masih sama seperti pendahulunya, novel yang satu ini masih mengambil tema pendidikan. Akan tetapi pada bagian akhir ini secara umum menjawab pertanyaan-pertanyaan yang belum sempat terjawab pada seri novel sebelumnya. Meskipun menurut beberapa pengamat, karya yang terakhir ini tidak sebaik karya yang sebelumnya, tetapi tetap banyak pembaca yang antusias menantikan kehadiran novel yang satu ini. Bagaimana kisah yang dimuat di dalamnya?

Secara umum, novel Maryamah Karpov ini mengisahkan kehidupan Ikal setelah ia berhasil lulus dari Sorbonne University, Perancis. Pada bagian bab awalnya, cerita dibuka dengan adegan ujian tesis Ikal yang diuji oleh dosen yang terkenal sangat kejam dalam menangani ujian mahasiswanya. Bagi mereka yang sedang terjebak tesis, kisah pada bab awal ini tentu akan menyihir Anda. Terlebih kepiawaian Andrea Hirata membuat cerita semakin seru untuk dibaca.

 Setelah menyelesaikan ujiannya dengan baik, Ikal dikisahkan kembali ke Indonesia dengan membawa sejumlah pemikiran dari Perancis yang sedikit bertolak belakang dengan apa yang terjadi di kampung halamannya. Pada celah ini, sang penulis Andrea Hirata seolah menyisipkan kritik sosial Indonesia yang seolah dibiarkan sehingga mengkerdilkan potensi bangsa.

Kisah dalam novel Maryamah Karpov ini berlanjut saat ikal bertemu kembali dengan semua teman-temannya di kampung yakni Arai dan anggota lakar pelangi lainnya. Kisahnya begitu mengharu biru. Novel ini juga berkisah tentang hubungan ikal dengan teman-temannya di luar negeri dan juga kisah pencariannya yang panjang dalam menemukan cinta sejatinya, A Ling. Dengan teguh, Ikal terus menyusuri jejak sumir A Ling. Ia bahkan rela berangkat ke sebuah pulau yang bernama Batuan hanya untuk mencari A Ling. Batuan sendiri terkenal sebagai pulau tempat para lanun bersembunyi dari tangkapan pihak yang berwajib.

Jika dilihat dari pemilihan bahasa di dalam kalimat-kalimatnya, Andrea Hirata masih menggunakan gaya lama yang ia gunakan pada novel seri sebelumnya. Cerita di dalam novel Maryamah Karpov ini seolah mengalir apa adanya. Meski harus diakui, ada banyak bagian yang terkesan dipaksakan. Para kritikus menyatakan bahwa meskipun karya tersebut meru[akan fiksi namun bukan berarti nilai logisnya tak boleh hilang. Di dalam novel Maryamah Karpov ini ada beberapa adegan yang dirasakan kurang realistis dan terkesan mengkhayal. Bagi sebagian orang ini tentu mengganggu. Tapi bagi mereka yang lain, khayalan tersebut justru hal yang membuat laskar pelangi banyak dicintai pembacanya.

Sebagai kesimpulan akhir, apa yang dipaparkan pada sinopsis Maryamah Karpov ini hanyalah sepeggalan cerita dari kisah yang utuh. Novel karya Andrea Hirata ini, bagaimanapun, merupakan buku yang layan untuk dibaca dan dikoleksi. Ceritanya inspiratif dan baik dalam menyongsong pendidikan bangsa yang lebih baik lagi. Selamat membaca ya!

Kamis, 23 Januari 2014

Kanguru-pohon Mantel-emas Satwa Asal Irian yang terancam Punah

      Di Pegunungan Foja Tepatnya di Provinsi Papua rangkaian gunung yang terletak di sebelah utara Sungai Mamberamo di kawasan Papua, Indonesia. Titik tertingginya ialah 2.193 m. Pegunungan ini merupakan bagian dari daerah aliran sungai Mamberamo yang memasok air bersih di seluruh kawasan Papua bagian utara.
        Sebuah suaka margasatwa seluas 1.442.500 hektare berada di pegunungan ini.


Kanguru-pohon Mantel-emas atau dalam nama ilmiahnya Dendrolagus pulcherrimus adalah sejenis kanguru-pohon yang hanya ditemukan di hutan pegunungan pulau Irian. Spesies ini memiliki rambut-rambut halus pendek berwarna coklat muda. Leher, pipi dan kakinya berwarna kekuningan. Sisi bawah perut berwarna lebih pucat dengan dua garis keemasan dipunggungnya. Ekor panjang dan tidak prehensil dengan lingkaran-lingkaran terang.

Penampilan Kanguru-pohon Mantel-emas serupa dengan Kanguru-pohon Hias. Perbedaannya adalah Kanguru-pohon Mantel-emas memiliki warna muka lebih terang atau merah-muda, pundak keemasan, telinga putih dan berukuran lebih kecil dari Kanguru-pohon Hias. Beberapa ahli menempatkan Kanguru-pohon Mantel-emas sebagai subspesies dari Kanguru-pohon Hias.


 Kanguru-pohon Mantel-emas ditemukan Pertama kali pada tahun 1990 oleh Pavel German di Gunung Sapau, Pegunungan Torricelli di Papua New Guinea. Populasi lainnya ditemukan di daerah terpencil di Pegunungan Foja, provinsi Papua, Indonesia pada bulan Desember 2005. Spesies ini merupakan jenis mamalia besar baru untuk Indonesia.

 Selain Kekah Pulau Natuna yang terancam punah Kanguru-pohon Mantel-emas juga merupakan salah satu jenis kanguru-pohon yang paling terancam kepunahan di antara semua kanguru-pohon. Spesies ini telah punah di sebagian besar daerah habitat aslinya.

Kekah ( Presbytis Natunae ) , Satwa Endemik Pulau Natuna yang Terancam Punah


Kepulauan Natuna yang terletak di Laut Cina Selatan antara Semenanjung Malaysia, Borneo, Vietnam dan Kamboja. Pada gugusan Kepulauan Natuna, terdapat Pulau Natuna atau Bunguran Besar yang letaknya di bagian dengan koordinat 030 38’ – 040 15’ LU dan 1070 58’ – 1080 25’ BT. Luas pulau sekitar 172.000 ha, dengan panjang 65 km dan lebar 45 km.


 Beberapa hewan endemik dapat ditemui di pulau ini. Kekah natuna Presbytis natunae, kukang Nycticebus coucang natunae, dan kera ekor-panjang Macaca fascicularis pumila adalah tiga primata endemik di P. Natuna. Selain itu, beberapa jenis hewan yang terancam punah seperti duyung Dugong dugong, penyu belimbing Dermochelys coreacea, dan buaya muara Crocodilus porosus juga terdapat di P. Natuna (Chasen, 1935).


 Primata Indonesia yang dikenal secara lokal sebagai Kekah Natuna (Presbytis natunae), adalah salah satu spesies yang paling terancam punah di dunia fauna. Di antara ancaman terbesar adalah hilangnya habitat akibat penebangan, konversi lingkungan mereka di lahan pertanian dan berburu. Jenis primata endemik kepulauan pulau Natuna dan dikenal oleh penduduk asli, karena memiliki nilai jual kembali yang tinggi. The Natuna Kekah dijual antara 300.000 dan 800.000 rupee masing-masing, ini adalah antara 30 dan 80 dolar per spesimen. The Kekah monyet muda memiliki nilai jual yang lebih tinggi serta orang dewasa dan kekah dijinakkan.


 Di Barat dikenal sebagai Surili Pulau Natuna . Spesies dipisahkan dari paha putih Surili Presbytis siamensis oleh Groves pada tahun 2001 dan diklasifikasikan sebagai Presbytis natunae . Ini adalah spesies primata dalam keluarga Cercopithecidae . Ini adalah endemik pulau atau Great Natuna Besar Natuna atau Burguran Island, Indonesia .




Banyak orang ingin Pergi ke Natuna pet Kekah karena mereka merasa senang dan melihat bulu-bulu Unik dari Presbytis Natunae ( nama latin ) dan wajahnya dengan kacamata . Selain domestikasi mereka tampak sederhana , dan lokasi dianggap sebagai prestise yang dia miliki  . Kekah adalah   adalah hewan primata langka yang hanya ada di daerah Kabupaten Natuna yakni pulau Bunguran Besar.. Tentu saja, banyak kasus kematian akibat konsumsi makanan yang tidak pantas .


 Primata ini dianggap musuh petani , karena mereka suka makan buah, daun dan rumput . Dengan hilangnya hutan dan penerapan pestisida untuk lahan pertanian yang diperoleh dengan biaya mereka , monyet ini semakin terancam , situasi diperparah oleh tidak adanya kawasan konservasi di Kepulauan Natuna , yang Presbytis natunae .Jika tidak, dalam jangka pendek Natuna kepulauan Kekah menderita kepunahan , dan dunia akan kehilangan primata endemik Indonesia .

Senin, 23 Desember 2013

Hutan Nantu , Jurassic Park Indonesia

Seperti dalam film Jurassic Park, pohon besar menjulang tinggi dikelilingi beragam tanaman merambat, juga rotan dan akar beringin. Pohon Rao raksasa tumbuh dan saling berdekatan satu sama lain, di selanya tumbuh tanaman rimba lainnya tidak menyisakan ruang bagi sinar Matahari jatuh ke tanah. Lembab dan becek mempecepat pembusukan daun dan juga kayu lapuk.
Barisan semut tak henti berlalu membawa potongan daun dan bangkai serangga mati, cendawan merah lunak menempel di cabang pohon yang membusuk, jamur ini berpendar malam hari. Suara serangga dan hewan lain bersahutan, sesekali suara burung Julang Sulawesi (Rhyticeros Cassidix) menyela.







Hutan hujan tropis yang asli ini di hutan Gorontalo, di Suaka Margasatwa Nantu. Hutan ini merupakan kekayaan dunia yang sangat penting, karena nantu merupakan salah satu dari sedikit hutan di Sulawesi yang masih utuh. Pohon raksasa Rao (Dracontomelum Dao), Nantu (Nyatoh), pohon Inggris (Eucalyptus Deglupta) beradu tinggi dengan rotan batang yang merambatinya, tidak terhitung hidupan liar yang di bawahnya.



Suaka Margasatwa Nantu merupakan kawasan hutan seluas 31.000 ha yang menjadi kekayaan dunia. Di kawasan ini merupakan bagian dari bio-geografi Wallacea yang kaya keanekaragamanhayatinya. Nantu merupakan zona transisi dan campuran antara fauna Asia dan Australia. Di rimba ini hidup secara baik satwa yang tidak ada di bagian dunia lain seperti Anoa (Bubalus Depressicornis), Babi rusa (Babyroussa babbyrussa), Monyet Sulawesi (Macaca Heckii), Tarsius (Tarsius Spectrum), Babi Hutan (Sus Celebensis). Di hutan ini juga hidupan bagi 90 spesies burung, yang 35 jenis diantaranya adalah endemik. Hutan ini juga menjadi penyangga bagi kesetersediaan air bagi puluhan ribu masyarakat yang mendiami daerah di bawahnya.

Untuk menuju hutan Nantu, perjalanan dimulai dari ujung desa Mohiolo. Di sini ada perahu yang akan mengantarkan pengunjung menyusuri sungai Paguyaman yang keruh. Selama 2,5 jam disuguhi hidupan burung air yang eksotik. Bangau putih mendominasi, mereka berjemur di bebatuan pinggir sungai, di atas pohon tumbang hingga bertengger di semak perdu kanan-kiri sungai,bebek telaga yang biasa disebut Duwiwi juga senang bergerombol di pinggiran sungai. Tak terhitung jenis lain seperti Raja Udang, juga Bangau hitam berleher panjang yang sulit dijumpai dengan mudah disaksikan di sini, juga betet kelapa punggung biru hingga burung pendeta.







Semakin mendekati hutan, banyak dijumpai tanah kosong yang hanya ditumbuhi rerumputan yang tidak memiliki nilai ekonomi. Sepertinya setelah masyarakat mengambil kayu, lahan dibiarkan terlantar tak terurus. Tidak semua jalur sungai mulus dilalui, ada bagian yang harus dangkal dan harus diwaspadai pengemudi ketinting.

Suami tokoh pendidikan kepribadian, Mien R. Uno ini seakan lupa usianya, ia tetap semangat sambil menenteng 2 ranselnya, satu berisi kamera dan perlengkapan dan satunya berisi pakaian. “Saya teringat 60-an tahun yang lalu saat diajak ayah menyusuri hutan mangrove di pantai utara Gorontalo, berliku diantara pohon bakau tua” kenangnya.
Hutan Nantu merupakan tempat yang baik bagi perkembangan Anoa, Babi rusa dan satwa endemik Sulawesi lainnya. Di Nantu ini bisa dengan mudah dijumpai satwa tersebut. Babi rusa sejak 1996 dinyatakan langka dan dilindungi pemerintah Indonesia dan hukum internasional karena sudah masuk dalam buku merah IUCN dab CITES.

Hewan ini sangat unik, memiliki taring yang tumbuh dari hidung dan bengkok ke belakang di depan matanya. Menurut Abdul Haris Mustari, dosen IPB Bogor, hutan Nantu merupakan tempat terbaik bagi satwa endemik, khususnya Babi rusa di daratan Sulawesi. Hal ini terjadi karena ada keunikan alam yang dimilikinya, air panas yang mengandung sulphur dan bergaram, padahal daerah ini letaknya 40 km dari garis pantai. Di tempat ini merupakan tempat yang terbaik untuk menyaksikan satwa langka yang menjadi maskot Sulawesi.


Yang unik juga, rotan berbagai jenis tumbuh subur. Rotan batang yang paling banyak dijumpai menjulur berpuluh meter di atas pohon yang disandarinya. Pohon rotan susu yang memiliki duri rapat juga melintang diantara pepohonan. Selain itu bisa dengan mudah melihat rotan Tohiti yang memiliki nilai ekonomis tinggi, rotan ini dikenal warna dan kehalusannya.



“Sebenarnya yang paling pas daerah ini dinamakan Suaka Marga Satwa Rao karena banyaknya pohon rao raksasa. Batangnya demikian besar menjadi daya tarik siapa saja yang datang di hutan ini” lanjutnya.
Keunikan dan kekayaan keanekaragaman hayati ini telah menarik sejumlah broadcasting internasional untuk mengabadikannya, tercatat BBC London, NHK Jepang, TV Perancis telah mengabadikannya, demikian juga media nasional. Hutan Nantu merupakan laboratorium alam terlengkap dan terbaik dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya satwa dan flora endemik Sulawesi.

“Hutan hujan tropis ini masih perawan, tempat hidup satwa khas Sulawesi. Masyarakat, sekolah, perguruan tinggi dan peneliti Gorontalo harus mampu menjadikannya sebagai pusat studi lingkungan yang baik” kata Razif Uno saat menuju Adudu, tempat satwa biasa mimum air yang mengandung sulphur dan garam. Ia yakin, masih banyak spesies yang belum ditemukan dan dipelajari di kawasan ini. Ini merupakan tantangan pememrintah dan masyarakat ke depan.

Minggu, 22 Desember 2013

"Babi Rusa" lucky to have a Nantu Island


Harus diakui, babi rusa (Babyrousa babyrussa) menjadi salah satu daya tarik utama di Suaka Margasatwa Nantu, Provinsi Gorontalo. Hewan endemik karismatik Sulawesi Utara ini memang beruntung masih punya hutan Nantu. Di kawasan seluas 31.125 hektar ini, babi rusa seakan diberi rumah untuk terus mempertahankan populasinya dari ancaman kepunahan.

Adalah Yayasan Adudu Nantu International (YANI), sebuah lembaga nirlaba yang peduli kelestarian alam, menjaga babi rusa dari perburuan liar.

 "Walau sudah berkurang dari sebelumnya, babi rusa masih terus diburu dan dagingnya diperdagangkan ke daerah Minahasa," ujar salah satu Board YANI, Dr Ir Lynn M Clayton

 Menurut catatan YANI, populasi hewan langka ini pada tahun 1980 tinggal sekitar 500 ekor saja. Tetapi, saat ini, populasinya diperkirakan sudah meningkat karena perlindungan yang terus diberikan melalui usaha konservasi pada habitatnya di hutan Nantu.

"Saat ini, diperkirakan ada sekitar 3.000 ekor," ujar Kepala Laboratorium Konservasi Biodiversitas Unsrat, Manado Dr John Tasirin.

Sebuah kolam yang dikenal dengan nama Kubangan Adudu menjadi sebuah tempat pengamatan terbaik babi rusa di hutan Nantu. Di kubangan yang berukuran sekitar 40 x 60 meter ini, setiap saat, kawanan babi rusa datang untuk menjilati mineral berupa garam. Sewaktu mengamati di Adudu, Kami beruntung menemukan sekawanan babi rusa berjumlah 17 ekor dalam kubangan.

"Itu jumlah yang besar karena sudah jarang menemui hewan itu dalam kawanan yang besar seperti tadi," ujar Jagawana Nantu, James Kumolontang, yang menemani Kompas.com saat mengintai babi rusa di Adudu.




Hewan Unik

Secara fisik, babi rusa terlihat cukup aneh. Panjang tubuh hewan ini sekitar 85-100 cm dengan tinggi 65-80 cm. Berat tubuhnya bisa mencapai 100 kg dengan ekor sepanjang 20 cm.

Jika babi hutan biasanya mencari makan dengan menyuruk tanah, babi rusa malah memakan buah-buahan dan bahkan membelah kayu mati untuk mencari larva lebah.

"Salah satu makanan favorit babi rusa di Nantu adalah buah pangi. Padahal buah pangi beracun. Untuk menetralisasi racun di tubuhnya itu, babi rusa lalu menjilati mineral yang ada di Adudu," ujar James.

Babi rusa termasuk hewan omnivora. Betinanya hanya melahirkan sekali dalam setahun dengan jumlah bayi paling banyak dua ekor. Hewan ini bisa mencapai usia sekitar 24 tahun.

Yang paling unik dari babi rusa adalah jenis jantannya. Jantan dewasa babi rusa mempunyai sepasang taring tajam yang muncul dari moncong dan sepasang lainnya keluar dari hidung lalu melengkung hingga mata.

Studi paling lengkap mengenai babi rusa selama ini adalah hasil penelitian Lynn yang dilakukannya bertahun-tahun. Menurut catatannya, babi rusa tersebar di seluruh Sulawesi bagian utara, tengah, dan tenggara.

Wilayah yang diduga masih menjadi habitat babi rusa antara lain Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (Sulawesi Utara-Gorontalo), Cagar Alam Panua (Sulawesi Utara), dan Suaka Marga Satwa Nantu (Gorontalo). Di beberapa lokasi seperti di Cagar Alam Tangkoko dan di Suaka Margasatwa Manembo-nembo (Sulawesi Utara) keberadaan babi rusa dianggap sudah punah.

Oleh karena itu, di hutan Nantu, babi rusa seolah mendapat rumah tinggalnya. Tingkat keterancamannya yang tinggi ini membuat IUCN memasukkan babi rusa dalam satwa endemis kategori konservasi vulnerable (rentan) sejak 1986. Demikian pula, CITES memasukan babi rusa dalam daftar Apendiks I yang berarti tidak boleh diburu dan diperdagangkan.